Tak Lulus Sertifikasi, 600 Guru Ngluruk PSG Rayon 115 UM

Sebanyak 600 guru dari 11 kota/kabupaten di Jawa Timur, yang tidak lulus sertifikasi, ngluruk kantor Panitia Sertifikasi Guru (PSG) Rayon 115 di Universitas Negeri Malang (UM), Kamis (2912/2011).

Para guru berstatus PNS, mulai dari TK hingga SMA di 11 kota/kabupaten itu, melakukan orasi di dalam Aula Sasana Budaya UM, terkait proses kelulusan sertifikasi yang ditangani Rayon PSG 115 UM. Proses sertifikasi dinilai tak profesional dan banyak kejanggalan.

Misalnya, ada peserta yang ikut, telah meninggal, tapi tetap saja lulus. Sakit tidak ikut tes, bisa lulus. Banyak kejanggalan yang terjadi dalam proses tes sertifikasi itu.

Menurut pengakuan Evi Maria, guru dari Kota Malang, pihaknya heran karena sekelas dirinya yang sudah dapat beasiswa dari Jawa Timur malah tidak lulus. Ia kuliah S2 bahasa Inggris di Manila dan lulus dengan sempurna.

“Sebenarnya saya dilematis. UM adalah almamater saya. Hanya persoalannya kami tidak puas dalam proses hasil sertifikasi di Rayon PSG 115 UM ini. Karena masih banyak ketimpangan. Yg lulus malah yang tes lebih dulu, karena mau ke Amerika. Ada yang meninggal tapi lulus. Ini jelas tidak benar,” kata perempuan yang sudah 16 tahun mengajar.

Anehnya, para guru yang tidak lulus, malah tidak tahu mengapa bisa tidak lulus. “Alasan saya tidak lulus, saya belum tahu. Tapi katanya karena ketahuan nyontek. Saya tidak lulus tes teori. Saya tertawa kalau dibilang nyontek,” katanya santai.

Lebih lanjut Evi mengatakan, selain ada kejanggalan, juga ada indikasi jual beli soal. Hal itu sudah menjadi rahasia umum dikalangan peserta sertifikasi. “Saya heran mendengar kata-kata itu. Saya kira sudah tak ada seperti itu,” kata perempuan berjilbab itu.

Untuk guru yang ikut sertifikasi bahasa Inggris, totalnya ada 220 guru dari total keseluruhan 411 peserta. “Itu khusus yang guru SMA. Yang hadir disini seluruhnya ada 600 mulai dari TK hingga SMA,” katanya.

Dampak tidak lulus sertifikasi itu, katanya, hanya kepada siswa. Dinilai guru yang tidak lulus, menjadi guru yang tidak profesional. “Hanya itu yang menjadi beban kami semua,” katanya.

Hingga ini ditulis, belum ada tanggapan dari pihak Panitia Rayon 115 UM. “Kita masih rapat dengan pihak panitia di UM ini. Belum ada jawaban. Bahkan dalam rapat ini tak bisa menemukan jalan keluarnya. Kita masih menunggu,” kata Rusdiana, Koordinator guru yang tidak lulus sertifikasi di Malang

sumber :beritajatim

About these ads

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 67 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: