Pencairan TPP Guru Kembali Seret

WRTGSTDSJAKARTA – Harapan pemerintah mencairkan tunjangan profesi pendidik (TPP) tepat waktu untuk periode 2013 ternyata meleset. Sejatinya TPP triwulan I 2013 sudah dicairkan dari pemerintah pusat ke pemkab atau pemkot. Namun Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) mencatat masih banyak guru yang belum menerimanya.

Seretnya pencairan TPP menjadi salah satu materi pembahasan audiensi ratusan anggota PGRI bersama Mendikbud Mohammad Nuh, Selasa (30/4). Sejak menjabat menteri pada 2009 silam, baru kali ini Nuh bersedia meladeni permintaan audiensi induk organisasi guru terbesar di Indonesia itu……

Ketua Umum Pengurus Besar (PB) PGRI Sulistyo mengatakan sistem pencairan TPP tetap menggunakan model rapelan tiga bulanan. TPP untuk Januari, Februari, dan Maret lalu, dicairkan April ini. “Tetapi ini sudah akhir April. Batas dari Kemenkesu adalah akhir April ini dicairkan ke guru,” kata dia.

Pria yang juga anggota DPD dari Provinsi Jawa Tengah itu menyatakan PGRI terus memantau perkembangan pencairan TPP di seluruh Indonesia. “Sampai saat ini, belum ada satupun provinsi yang berani mengklaim menuntaskan pencairan TPP,” tandasnya. Khusus mulai tahun ini, pencairan TPP dibagi dua. Untuk guru PNS pencairan TPP berjalan seperti biasa, yakni uang dari pemerintah pusat ditransfer ke pemkab atau pemkot. Sedangkan untuk pencairan TPP guru non-PNS, dicairkan langsung dari Kemendikbud ke guru.

“Intinya sampai sekarang masih banyak guru yang belum menerima TPP,” tandasnya. Sulistyo menyebut seretnya pencairan TPP di antaranya disebabkan pembuatan surat keputusan (SK) pencairan TPP di Kemendikbud belum tuntas.

Dia menerima informasi langsung bahwa Kemendikbud baru menuntaskan pembuatan SK untuk 60 persen guru. Padahal jumlah keseluruhan guru penerima TPP sekitar 1,2 juta jiwa. “Yang berhak menerima pencairan TPP tahun ini adalah guru yang lulus sertifikasi hingga 2012,” papar Sulistyo. Dia meminta Kemendikbud serius mengawal pencairan TPP. Di antaranya mempercepat pengurusan SK pencairan TPP.

Penyebab lain sehingga pencairan TPP seret adalah pencatatan data pokok pendidikan (dapodik) yang amburadul. Pihak Kemendikbud mengklaim dapodik sudah menyasar 96,1 persen guru di seluruh Indonesia. “Jumlah tadi tidak benar dengan hasil pengecekan PGRI di lapangan,” tandasnya.

Dia mencontohkan untuk pengurusan dapodik di Provinsi DKI Jakarta saja belum separo yang beres. “Itu di Jakarta lho, yang dekat dengan Kemendikbud. Bagaimana dengan di daerah-daerah lainnya,” katanya.

PGRI meminta supaya tidak memperumit pencairan TPP, penggunaan dapodik sebagai syarat pencairan TPP dihapus. Sulistyo mengatakan penggunaan dapodik hanya untuk guru pendidikan dasar (SD dan SMP). Sedangkan guru di pendidikan menengah (SMA) dan PAUD sudah tidak menggunakan syarat dapodik lagi. “Saya bingung di satu kementerian kok bisa ada dua aturan yang berbeda,” paparnya.

Pihak Kemendikbud belum memberikan kepastian resmi penuntasan TPP triwulan I 2013. Di depan rombongan PGRI, Nuh bakal menugaskan tim khusus untuk memperlancar pencairan TPP. Sedangkan untuk penghapusan dapodik sebagai syarat pencairan TPP akan dikaji lebih dalam

Sumber : Jawa Pos

About these ads

10 Tanggapan

  1. Sekali lagi saya sangat dukung pendapat Bapak.Hal ini yang sangat menimbulkan keresahan dikalangan guru.ada beda antara guru SMA dan SMP atau SD.Juga dalam hal pengiriman uang tunjangan kami mohon lansung kerekening masing-masing.dulu thn 2006,2007 aman .Sekarang dengan dalih yang macam-macam guru dipersulit ,belum lagi urusan ke dinas kabupaten yang menyita waktu dan tenaga khususnya didaerah -daerah……ujung-ujungnya juga siswa yang rugi.

  2. iye, katane UPTD kita baik guru TK maupun SD bareng bulan April kemarin, tapi sampai tgl 2 mei ini, kok masih belum yaaa, jangan2 saya terima TPP nya nanti seperti thn kemarin baru dapat bulan desember, he he he he he…desember ceriaaaaa….

  3. Saya salah satu dari sekian Guru Agama di Jawa Timur yg lulus PLPG tahun 2011.
    Sampai sekarang juga belum pernah mendapatkan TPP.
    Wahai Bpk/Ibu/Saudara yg terkait kami ikut berdoa ; “Agar Bpk/Ibu/Saudara dapat segera mencairkan TPP secara tuntas.
    Tidak hanya orang perorang saja, tp kami berharap agar semua pihak tidak ada yg dirugikan & dpt melaksanakan amanat yg diembannya dg baik atas ridla Allah SWT.

    Hormat kami,

    ttd.

    Guru Agama di Jawa Timur

  4. Penggunaan dapodik hanya untuk guru pendidikan dasar (SD dan SMP). Sedangkan guru di pendidikan menengah (SMA) dan PAUD sudah tidak menggunakan syarat dapodik lagi. “Saya bingung di satu kementerian kok bisa ada dua aturan yang berbeda,” paparnya.

  5. Tunjangan profesi saya juga terhambat oleh dapodik yang amburadul . . . .

  6. Guru kami di SMPN 1 HAMPARAN PERAK KAB. DELI SERDANG SUMUT DATANYA BANYAK YANG SUDAH VALID tapi SKTPP nya belum turun, tolong penjelasannya pak

    • Kalau dapodik sudah valid tapi SKTP-nya belum muncul juga, ada baiknya lakukan langkah-langkah sebagai berikut :
      1. cek ke op tunjangan profesi kab/kota, minta sama mereka lihat keadaan data ptk tersebut di sim tunjangan profesi (data pra sk terbaru).
      2. Data PTK sudah valid dan memenuhi syarat, kalau tidak diajukan pengajuan sk-nya oleh op sim tunjangan profesi, maka tetap SKTPP-nya tidak akan keluar, sebab salah satu syarat terbitnya SKTPP adalah data-data yg sudah memenuhi syarat dan sesuai peraturan yg berlaku di usulkan oleh op sim tunjangan profesi kab/kota,
      3. Kalau sudah diajukan oleh op tunjangan profesi kab/kota-nya, maka data SK PTK yang bersangkutan akan muncul di menu SIAP SK, artinya data yg memenuhi syarat yg diajukan oleh op sim tunjangan profesi tersebut siap untuk diterbitkan SKTPP nya oleh admin p2tk Dikdas.

  7. semangkin pinter aja…ya….

  8. Hari ini tgl : 14 juni 2013 saya nama : Antonius Subowo dari SDN. Gadingkulon 01,Kecamatan Dau ,Kabupaten Malang Jawa Timur belum menerima TPP gelombang I

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 69 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: