5 Masalah Klasik Penyaluran Tunjangan Profesi Guru

JAKARTA, -Sejak 2009, penyaluran Tunjangan Profesi Pendidik (TPP) atau lebih dikenal dengan sebutan tunjangan sertifikasi ini masih tak berjalan baik. Modus-modus lama terkait penyaluran tunjangan terhadap guru ini tetap bermunculan hingga 2012 ini.

Sekretaris Jendral Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI), Retno Listyarti, mengatakan bahwa pihaknya telah membuka posko pengaduan TPP ini di 29 daerah di Indonesia dari tanggal 2 Oktober hingga 3 November lalu. Dari hasil yang diperoleh, ada lima hal yang terus dikeluhkan oleh para guru…….

“Hasil kajian menunjukkan pola dan modus yang sama dalam pendistribusian TPP. Hasil ini tidak jauh berbeda dengan hasil kajian kami tahun lalu,” kata Retno saat jumpa pers di Kantor Indonesia Corruption Watch (ICW), Jalan Kalibata Timur, Jakarta, Selasa (6/11/2012).

Masalah pertama yang dikeluhkan oleh guru adalah dana TPP ini kerap terlambat turun. Semestinya, para guru ini menerima tunjangan ini rutin tiap tiga bulan sekali. Namun pada kenyataannya, banyak guru yang tak kunjung mendapat tunjangan sejak masuk triwulan kedua yang artinya selama enam bulan guru tersebut tak menerima haknya.

“Ini terjadi di 14 daerah termasuk Jakarta. Untuk triwulan ketiga, harusnya dibayarkan Oktober lalu tapi kenyataannya banyak yang belum menerima, bahkan ada yang dari triwulan kedua belum juga dibayarkan,” jelas Retno.

Masalah kedua adalah pembayaran TPP yang tidak sesuai jumlahnya. Ia menjelaskan bahwa sesuai dengan jadwal yang ditentukan, para guru berhak atas TPP selama sembilan bulan kerja. Namun pada praktiknya, sebagian besar guru baru menerima TPP untuk lima sampai dengan tujuh bulan saja.

Selanjutnya, masalah ketiga adalah pungutan liar yang ditujukan pada para guru yang belum mendapatkan TPP. Untuk kasus pungutan liar ini, umumnya menimpa para guru yang berada dalam naungan Kementerian Agama. Jumlah pungutannya sendiri bervariasi yaitu antara Rp 150.000 sampai dengan Rp 300.000 per penerimaan.

Masalah keempat adalah adanya intimidasi dari birokrasi pendidikan terhadap para guru yang menanyakan keterlambatan pembayaran TPP. Hal ini terjadi di Payakumbuh Sumatera Barat. Lantaran hal ini, guru-guru tersebut dipanggil oleh Kepala Dinas Pendidikan.

Masalah terakhir yang masih menghantui penyaluran TPP ini adalah tidak ada kejelasan jumlah yang semestinya diterima oleh para guru didasarkan pada gaji pokok masing-masing guru. Ia memberi contoh pada seorang guru dengan gaji pokok Rp 3.000.000, tidak ada jumlah pasti tunjangan yang diterimanya.

“Jadi jumlahnya berubah-ubah. Ini membingungkan karena kalau dicocokkan dengan gaji pokok kok nggak ketemu. Kejadian seperti ini terjadi di 17 daerah,” tandasnya.

Sumber : Kompas

4 Tanggapan

  1. setiap pencairan tpp selalu menuai masalah, apalagi tpp guru Sswasta,jadi yg terlambat bukan hanya tpp guruTK, tpp guru SMP juga. di Surabaya .Kalau masalah hbukan 24jam kenapa tidak dilihat jabatannya, KS, wakil kan tidak boleh 24 jam.

  2. Di kabaputen Waykanan TPP terdapat kekurangan 2 bulan,1 bulan tahun 2011 dan 1 bln 2012,menurut pemda Waykanan kukurangan TPP terjadi karena kurangnya dana dari pusat, tetapi menurut beberapa sumber kekurangan ini terjadi karna pengajuan oleh pemerintah kabupaten yg tidak mengantisipasi kenaikan gaji guru,penambahan jmlh guru tersertifikasi.

  3. Kota dan Kabupaten Bandung kekurangan 2 bulan di tahun 2012 tapi tidak ada informasi yang jelas…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: