PGRI Anggap Dapodik Rugikan Penghasilan Guru

JAKARTA – Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) meminta pembayaran tunjangan guru tidak didasarkan pada pengumpulan Data Pokok Pendidikan (Dapodik). Pasalnya, rekapitulasi Dapodik yang dilakukan secara online oleh pemerintah menimbulkan keresahan baru di kalangan guru.

Ketua Umum PB PGRI, Sulistyo, menilai Dapodik tidak sesuai dengan kondisi riil di lapangan. Sayangnya, Dapodik tetap saja dijadikan sebagai dasar untuk pembayaran tunjangan profesi guru……..

“Sekarang ada tunjangan profesi yang berdasarkan Dapodik, tapi sayangnya data itu tidak sesuai fakta. Banyak guru yang mengajar lebih dari 24 jam (per minggu, red) tidak terekam, dan banyak guru yang mengajar di sekolah lain juga tidak terekam,” kata Sulistyo, Selasa (30/4). Karenanya, PGRI mengusulkan agar pembayaran tunjangan profesi guru ke depan tidak lagi didasarkan pada Dapodik lagi.

Sulistyo menyebut pembayaran tunjangan profesi guru yang didasarkan pada Dapodik sudah diberlakukan pada guru-guru yang mengajar di jenjang pendidikan dasar. Sementara untuk guru yang mengajar di jenjang pendidikan menengah, pembayaran tunjangan profesinya belum menggunakan Dapodik online, tapi masih berasarkan perhitungan manual.

Kendati demikian, kata Sulistyo, PGRI tetap mendukung upaya pemerintah untuk memperbaiki data kependidikan, mulai dari data sekolah, siswa, hingga guru. Sebab, data itu sangat penting untuk pengembangan dan pembangunan sektor pendidikan agar semakin baik lagi.

Sumber : Jawa Pos

16 Tanggapan

  1. SAYA SANGAT MENDUKUNG PERJUANGAN PGRI YANG TIDAK SETUJU PEMBAYARAN TPG BERDASARKAN DAPODIK,TETAPI TETAP SETUJU JIKA SECARA MANUAL,SEPERTI CARA-CARA SEBELUMNYA. TERIMA KASIH

  2. SAYA SANGAT MENDUKUNG ATAS SARAN DAN KRITIKAN BAPAK.BANYAK PERMASAHAN TIMBUL.APALAGI KAMI YANG ADA DIDAERAH YANG TIDAK PUNYA SINYAL UNTUK ONLINE…………PERJUANGKAN KAMI PAK …MOGA BERHASIL..AMIN

  3. Amat sangat setuju, seperti pendapat di atas, mengingat kondisi riil di lapangan yang hingga kini banyak daerah yang masih tergolong terpencil yang jelas akan kebingungan terhadap kecanggihan teknologi tersebut, tetapi kita harus berusaha untuk pendidikan Ind.

    • kecanggihan perlu. agar tidak Gaptek. untuk daerah terpencil bisa lakukan secara Manual.

  4. terima kasih PGRI.. saya juga merasakan betapa sulitnya… apalagi dengan lambatnya server yang kami buka.

  5. saya sngt kesulitan sekali tentang dapodik ini… Cobalah pemerintah lhat didaerah2 yg sulit dngan akses internet…terutama didaerah terpencil ditempat kami mengajar… Untuk perjalanan mengirim dapodik az memakan baiaya yang sangat besar. Tlonglah dipertimbangkan kembali…

  6. saya sangat setuju sekali dengan perjuangan PGRI,banyak guru yang dirugikan gara-gara DAPODIK….jumlah jam ngajar sudah sesuai(24 jam) bahkan lebih,tapi hanya karena tidak linier tidak diakui DAPODIK nya alias tidak sesuai, katanya kalau ada masalah suruh kirim email ke cek data guru dikdas, tapi kenyataannya tidak ditanggapi!!!

  7. saya setuju jika sistem DAPODIK ditinjau kembali. pasalnya, saya sendiri sudah dirugikan oleh sistem tersebut. karena salah memasukkan data, TFG GURU HONORER yang sudah rutin saya terima amblas entah kemana……

  8. saya yang benar-benar mengajar dan melaksanakan wakasek kesiswaan hingga dibilang mempertaruhkan nyawa utk mendidik siswa yang sangat nakal.karna hanya mengharapkan bertambahnya penghasilan sebagai guru honor saya ingin menangis rasanya setelah melihat jjm tidak vaaaaaaliiiiiid

  9. Wah sangat setuju sekali karena dg pernyataan ketua pgri karena sampai saat ini teman teman sudah mengantongi sk nya tp blm jg turun dananya di bank

  10. Penyempurnaan data Dapodik perlu di lakukan secara bertahap. ketidak sempurnaan data di awal pendataan jgn di jadikan acuan utama untuk pencairan TPP karena kesalahan tidak semata dari guru yang bersangkutan. harus ada solusi pencairan TPP bagi guru yg datanya belum benar dan tidak mendapat SK.

  11. Trimakasih PGRI yang terus membela dan memperjuangkan hak-hak guru Indonesia. Dapodik sebenarnya ok ok saja, wong mudah mengisinya tapi juga mudah hilang, sistem ngadat n data yang sudah susah payah kami isikan ternyata tak terekam dengan benar. Hapuskan saja dapodik.

  12. saya sangat mendukung memakai dapodik tp sayang ternyata dapodik buatan manusia msh bisa bocor sehingga yang jamnya kurang ko msh bisa lolos. ” saran saya : bukannya dapodik atau tidak dapodik tetapi sidaklah yang sangat dibutuhkan. dan sidak yg di lakukan langsung oleh propinsi” jawabannya pasti Wawwwwwww ternyata banyak yang tidak sesuai

  13. yang perlu dibenahi :
    klo PNS syaratnya beraaaat, coba lihat honorer di sklh swasta cukup dengan 2 tahun sdh bisa sertifikasi, pdahal jumlah jam msh ada yg dibwh 24 jam. bagaimana juga dengan guru honor yng mengajar di negeri???????? jam 24 masa kerja lebih dari 23 thn knp tidak bisa ikut sertifikasi. ini namanya diskriminasi. ini fakta dilapangan yg nyata tapi seolah2 pemangku kebijakan menutup mata. mohon di periksa ulang dan diperhatikan. PEMBELA KAUM LEMAH

  14. menghonor di negeri tidak di akui, penghasilan dibawah umr 9 50 rb s.d 400 rb / bl), tapi tidak masuk kedalam katagori mendapat bantuan apapun dari pemerintah. baik bantuan dari tunjangan maupun bantuan dari kjs dll. itulah guru honrer yang mengajar di sekolah negeri. sangat memprihatinkan negara ini. adakah yang bisa melek dengan keadaan ini ?????????? smoga ada hati nurani yang berani mengubah kebijakan.

  15. Mohon maaf. saya suangat mendukung sekali cara online ASALKAN semua komponen sudah siap. Kondisi saat ini dimana kelemahan di sana sini kemudian dipaksakan akhirnya memakan korban yang tidak sedikit (termasuk saya). SERVER saja kalau belum siap dengan kualitas dan kapasitas besar jangan dipaksanakan digunakan kecuali uji coba selama satu semester misalnya. ketika dipaksanakan guru mengalami kesulitan mengakses tapi tidak ada solusi mendasar sampai sekarang. BAGAIMANAKAH.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: