3,7 Juta Guru Mogok Mengajar, 5 Oktober 2013

JAKARTA–Beberapa waktu lalu masyarakat dihebohkan dengan produsen tempe dan tahu yang mogok besar-besaran karena memprotes kinerja pemerintah. Sabtu pekan depan (5/10) giliran guru-guru se Indonesia menggelar aksi mogok mengajar. Mereka mengganti aktifitas mengajar dengan doa bersama.

Aksi mogok mengajar ini hasil dari rapat akbar Pengurus Besar Persatuan Guru Republik Indonesia (PB PGRI). Mereka memilih menggelar aksi pada 5 Oktober karena bertepatan dengan Hari Guru Internasional. Ketua Umum PB PGRI Sulistyo menuturkan aksi mogork mengajar ini dilakukan lingkungan guru PGRI mulai dari tingkat sekolah, ranting (kecamatan), kabupaten, provinsi, hingga di pusat.

“Jumlah pasti guru di Indonesia sampai sekarang tidak jelas. Estimasi kami guru-guru yang akan berdoa bersama dan tidak mengajar mencapai 3,7 juta orang,” katanya. Surat pemberitahuan aksi massal ini sudah dikirim mulai dari Presiden SBY, Mendikbud Mohammad Nuh, hingga Kapolri Timur Pradopo. Sulistyo mengatakan mereka tidak perlu menunggu izin kepolisian karena aksi yang mereka lakukan adalah aksi damai.

Dia menjelaskan di tingkat sekolah aksi doa bersama dilakukan seluruh guru. Meskipun anjurannya hanya sepuluh menit, Sulistyo mengatakan pada Sabtu itu juga pembelajaran umumnya diliburkan. “Doa bersama ini tentu butuh persiapan pada jam-jam sebelumnya,” kata dia.

Sabtu sekolah kan libur? Sulistyo mengatakan kondisi itu hanya terjadi di Jakarta dan kota-kota besar. Tetapi di daerah-daerah pembelajaran reguler tetap berlangsung mulai Senin hingga Sabtu.

Sulistyo mengatakan aksi mogok mengajar nasional ini dilakukan untuk mengkritik implementasi kebijakan pemerintah terkait urusan guru yang semakin buruk. Mulai dari urusan sertifikasi guru, pemerataan distribusi pendidik, tunjangan sertifikasi, inpassing atau penyetaraan guru swasta seperti PNS, pengangkatan guru honorer, dan lainnya.

Soal pemenuhan kekurangan guru, Sulistyo mengatakan saat ini jenjang SD kekurangan sekitar 440 ribu guru. Karena tidak dipenuhi pemerintah, jumlah guru swasta atau non PNS membludak. Sedangkan di SMP kekurangan 150 ribu guru BK (Bimbingan Konseling). Kekurangan juga di SMK untuk guru produktif.

Sementara untuk urusan sertifikasi guru, Sulistyo mengamati setiap tahun semakin buruk. Dia mengatakan saat ini sejatinya masuk pencairan tunjangan sertifikasi guru triwulan ketiga. “Tetapi untuk triwulan kedua saja masih banyak yang belum dicairkan,” tandasnya.

Sulistyo mengatakan aksi mogok massal ini akan disusul dengan audiensi kepada sejumlah menteri. Mulai dari Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Menteri Dalam Negeri, Menteri Agama, Menteri Keuangan, serta Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi. “Dengan doa jutaan guru, PGRI berharap bisa menggetarkan arsy malaikat,” kata dia. Melalui aksi massal ini juga Sulisyto berharap pemerintah bisa meningkatkan kinerjanya
Jawa Pos

2 Tanggapan

  1. Mantap,oke dan Bravo PGRI…!semoga Guru-guru Indonesia baik yang PNS ataupun yang swasta lebih mendapatkan kesejahteraan dan perhatian yang layak

  2. Di ngawi tepatnya hargomulyo ngrambe . saya mengenal seorang guru non pns berusia hampir 60 tahun beliau mengajar sejak tahun 1978 dan aktif sampai sekarang. Setiap hari berjalan kaki sejauh hampir 3 km menaiki gunung lawu demi mengajar anak didiknya
    saya kagum dengan beliau, tanpa mengeluh dengan gaji 100 ribu perbulan dari desa beliau tetap semangat mengajar. kbetulan saya adlah murid beliau waktu it, jadi saya mengenal dan tau perjuangan beliau

    bagi yang membaca tulisan ini ,bukalah hati kalian masih banyak orang yang di bwah kalian
    bersyukurlah
    .
    keberadaan beliau bisa di cek
    data nya di dinas pendidikan kabupaten ngawi
    atas nama Suyatmi
    guru Tk hargomulyo
    ngrambe ngawi

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: