Puncak Peringatan, Guru Gelorakan Semangat Tuntut Kesejahteraan

hari-aksara-pgri-guru-di-jember-jsg-13-32op73tzhf4589zwmnmx3eJember : Pidato Plt. Ketua Umum PB PGRI Dr. Unifah Rasyidi, M.Pd. dihadapan guru dan penilik se-Jawa Timur pada puncak peringatan HUT PGRI ke-71 di Jember Sport Garden (JSG) Kabupaten Jember, Sabtu (19/11/2016), menggelorakan semangat para guru.

Perempuan ini bersemangat menyampaikan tantangan dan tuntutan PGRI untuk peningkatan mutu pendidikan, utamanya kualitas para guru. Tuntutan – tuntutan itu yang membuat semua guru ikut bersemangat.

“PGRI tidak pernah lelah untuk berdialog, untuk berjuang, untuk menyampaikan aspirasi bapak ibu sekalian,” kata wanita yang akrab dipanggil Bu Uni ini. “PGRI selalu tahu apa yang bapak ibu mau,” ucapnya di depan puluhan ribu guru.

Banyak hal disinggung dalam pidato itu. Diantaranya terkait sertifikasi guru. Dikatakannya, sertifikasi telah diperjuangkan melalui empat presiden sejak era presiden BJ Habibi. Karena itu ia menolak jika dikatakan guru tidak mau berubah.

“Para guru mau berubah, tapi kami minta tolong agar hal-hal terkait dengan hak guru dapat diberikan dengan sebaik-baiknya, sesuai tepat waktu, tepat jumlah, jangan banyak urusan-urusan administratif yang tidak ada kaitannya dengan mutu pendidikan,” katanya yang disambut teriakan dan tepuk tangan para guru.

Uji kompetensi juga menjadi perhatian. “Apa hubungan uji kompetensi guru tiap tahun dengan peningkatan mutu,” ujarnya. “Bukankan UAN juga telah dihapuskan,” imbuhnya.

Ia menegaskan, PGRI bukan anti-uji kompetensi guru. Namun, uji kompetensi cukup dilakukan sekali. Tujuannya untuk memetakan kompetensi guru. “Setelah dipetakan ada guru kompetensi yang padegogiknya rendah, mari kita didik, mari kita latih,” tuturnya.

Pihaknya menyarankan agar dana uji kompetensi tiap tahun tersebut dipakai untuk meningkatkan meningkatkan profesionalisme guru. “Sebelum kesini (Jember) kami memastikan apakah uji kompetensi guru akan dilakukan tiap tahun? Insya Allah tidak!” ujarnya.

Bu Uni menjelaskan, penting bagi guru untuk memiliki catatan nilai kompetensi yang dimilikinya. Dan lebih penting lagi adalah guru mau meningkatkan kompetensi yang dimiliki. “Artinya, wajib meningkatkan kompetensi itu,” ujarnya.

Masalah lain yang disampaikan yakni terkait guru pembelajar. Ditegasakannya, PGRI tidak menolak guru pembelajar. Hanya saja, apabila semua dimasukkan menjadi guru pembelajar, maka sulit bagi guru untuk meningkatkan kompetensinya jika tidak dilatih orang-orang yang lebih baik.

PGRI menilai pemberlakuan guru pembelajar kepada semua guru tidak tepat. Sebab membuat banyak guru yang keluar sekolah untuk mengejar jam mengajar di tempat lain. “Desain peningkatan dan pengembangan profesi guru itu seharusnya tidak mengganggu tugas utama mengajar di kelas,” tuturnya.

Persoalan berikutnya yakni adanya penarikan biaya bagi guru yang sertifikasi tahun 2005. PGRI menyatakan menolak dan akan mengajukan judial review. “Membayar Rp. 16 juta, tentu saja PGRI sangat keberatan,” katanya.
Peraturan terkait sertifikasi yang sering berubah menjadi pertanyaan bagi kalangan guru belakangan ini. Berbeda dengan sertifikasi dosen yang hanya memperbaiki sistem. Nilai kelulusan sertifikasi yang harus delapan juga dinilai memberatkan.

Kebijakan rasio 1 banding 20 sebagai syarat agar tunjangan profesi dibayarkan dinilai tidak masuk akal. Sebab, sesuatu yang terjadi di luar kewenangan diri guru ternyata harus menjadi tanggung jawab guru.

Pembayaran tunjangan profesi guru yang tidak menempel dengan gaji juga dipertanyakan. Kondisi ini berbeda dengan tunjangan profesi dosen maupun tunjangan kinerja pegawai. “Kenapa guru tidak?” tanyanya.

Problem empasing di kalangan guru swasta yang seolah terus terjadi juga menjadi perhatian Bu Uni dalam pidatonya. Begitu juga dengan nasib guru honorer atau K2, yang perlu perhatian untuk ditingkatkan kesejahteraannya. (*F2)

Sumber : https://jemberkab.go.id/

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: