Hasil Penilaian Sertifikasi Guru Rayon 116 Universitas Jember 2016

cropped-g31Berdasarkan SK Rektor Universitas Jember Nomor 18097/UN25/TU.2/2016 tentang Hasil Pendidikan dan Latihan Profesi Guru Dalam Jabatan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Tahun 2016, Rayon 116 Universitas Jember, Tanggal 28 Desember 2016.

Rektor Universitas Jember sebagai Ketua Rayon 116 Universitas Jember mengucapkan selamat kepada peserta yang lulus sertifikasi guru.

Hasil PenilaianSertifikasi Guru dapat di klik disini

untitled-jpgddddddddddddd

Keterangan status :

L           :  Lulus Sertifikasi Guru, Sertifikat Pendidik masih dalam proses.

TL UTN  : Tidak Lulus Ujian Tulis Nasional;  diberi kesempatan mengikuti UTN ulang sebanyak 4x dalam 2 tahun. UTN Ulang 1 direncanakan dilaksanakan pada bulan Maret – April 2017, dengan mendaftar di Diknas Kabupaten/Kota Masing-masing

TL PLPG : Tidak Lulus PLPG disebabkan skor UTL < 70 atau skor uji kinerja < 76;

ATA       : Absen Tanpa Alasan; ADA (Absen Dengan Alasan seperti sakit, mengundurkan diri, dll); GDA (Gugur Dengan Alasan karena kehairan kurang dari 80%) dan BMP (Belum Memenuhi Persyaratan)

Sumber : https://rayon116unej.wordpress.com/

Terapkan Verifikasi Elektronik untuk Atasi Ijazah Palsu

Terapkan Verifikasi Elektronik untuk Atasi Ijazah Palsu - JPNN.COM

JPNN.com–‎Kasus ijazah palsu (Ipal) yang masih terjadi mendorong pemerintah membuat langkah pengamanan.

Salah satu yang diterapkan adalah menggunakan sistem elektronik.

“Jadi sistem verifikasi ijazah dilakukan secara elektronik. Dengan cara ini, yang palsu-palsu tidak bisa lolos,” kata Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Menristek Dikti) Mohamad Nasir di Jakarta, Jumat (30/12).

‎Untuk melihat ijazah palsu atau tidak saat verifikasi adalah bila tidak bisa masuk ke pangkalan data berarti sertifikat kelulusan tersebut palsu.

Dalam pangkalan data, berisi semua nomor registrasi ijazah yang dikeluarkan seluruh perguruan tinggi baik negeri maupun swasta.

“Yang masuk pangkalan data tentunya PTN maupun PTS yang terdaftar. Yang tidak terdaftar tidak bisa masuk,” tegasnya.

Dia pun mengimbau, masyarakat jangan percaya dengan ajakan perguruan tinggi yang menawarkan ijazah S1 atas S2/S3 tanpa kuliah.

Geregetan, Mendikbud: Kok Bimbel Lebih Berkuasa daripada Guru?

muhadjir-effendy-2JAKARTA – Menteri‎ Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy ternyata geregetan dengan keberadaan lembaga bimbingan belajar (Bimbel).

Menurut dia, Bimbel memberikan efek negatif terhadap dunia pendidikan karena guru tidak lagi punya kedaulatan.

“Kenapa saya ngotot ujian nasional (UN) dimoratorium, salah satunya ya karena makin eksisnya Bimbel. Semuanya Bimbel yang menentukan, seolah-olah Bimbel itu tahu apa saja materi yang akan diujiankan,” kata Muhadjir, Jumat (2‎3/12).

Dari penilaian mantan rektor Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) ini, dengan besarnya pengaruh Bimbel, kedaulatan guru tergerogoti. Baca lebih lanjut

UN 2017 Berbasis Komputer, Kemdikbud Cek Kesiapan Komputer di Sekolah-Sekolah

JAKARTA – Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy mengatakan, ujian nasional tetap akan dilaksanakan pada 2017.

Dengan target 60 persen, sekolah-sekolah bisa melaksanakan ujian nasional berbasis komputer (UNBK).

“Ini sekarang tim turun untuk ngecek komputer-komputernya, termasuk jaringan internetnya. Saya juga sudah koordinasi dengan Menkominfo, minta tambahan-tambahan untuk jaringan internet di beberapa sekolah yang sekarang belum terpasang,” ujar Muhadjir di kantor Kemenko Polhukam, Jumat (23/12).

Menurut Muhadjir, ujian nasional dengan berbasis komputer sebenarnya lebih hemat dari sistem manual.

Karena tidak perlu mencetak soal ujian dan kertas jawaban.

Namun, karena masih terdapat banyak sekolah belum memiliki komputer dan jaringan internet, Kemdikbud tetap akan mencetak soal ujian dengan kertas.

“Realisasinya di 2017, ujiannya antara April sampai Mei. Nanti bisa juga dengan shift (ujian bergantian). Jadi pertama SMK dulu, baru SMA. Tapi komputernya sama,” pungkas Muhadjir.(gir/jpnn)

HOAX! : Info Perbaikan Data Kepegawaian e-PUPNS Paling Lambat 20 Desember 2016

Foto Badan Kepegawaian Negara Republik Indonesia.

Jakarta-Humas BKN, “Kemendikbud: Info dari BKN kepada semua PNS dimohon mengecek data kepegawaiannya masing-masing di www.bkn.go.id / Masukan NIP pada menu profil kotak NIP dan PNS bisa langsung melihat data kepegawaian e-PUPNS. Batas waktu perbaikan tanggal 20 Desember 2016”

Pemberitaan di atas telah menimbulkan keresahan khususnya bagi masyarakat PNS, Humas BKN telah menerima banyak pengaduan untuk memastikan kebenaran informasi tersebut. Pemberitaan keliru ini disebarkan lewat media sosial seperti via aplikasi WhatsApp.

Menanggapi banyak munculnya pertanyaan, Informasi Hoax tersebut langsung ditampik oleh Kepala Bagian Hubungan Media dan Pengaduan Masyarakat BKN, Herman. Ia mengingatkan masyarakat PNS untuk berhati-hati dalam menanggapi pemberitaan yang disebar lewat media sosial, dan menyarankan untuk langsung klarifikasi ke instansi resminya.

Kepala Sub Direktorat Pengolahan Data Kepegawaian, Akhpas melalui Humas BKN juga menyatakan bahwa Kedeputian Sistem Informasi Kepegawaian BKN tidak pernah mengeluarkan surat/pengumuman untuk meminta PNS memperbaiki data e-PUPNS melalui website BKN. (des)

Aplikasi Kartu Ujian Sekolah Beserta Foto Siswa

Ujian ataupun ulangan adalah sebuah proses yang dilakukan oleh guru guna mengukur dan mengetahuai pencapaian kompetensi siswa secara berkelanjutan dalam suatu proses pembelajaran. Ulangan ataupun ujian ini dilakukan untuk memantau hasil dari pembelajaran yang nanti guru bisa melakukan perbaikan maupun pengayaan terhadap hasil ujian maupun ulangan.

Dalam proses ujian maupun ulangan guna tertib administrasi ujian.  Dalam pembuatan kartu ujian sekolah dan ujian Nasional biasanya sudah ditentukan dari Pusat maupun propinsi.  Namun tidak ada salahnya apabila kita dalam melaksanakan kegiatan ujian maupun ulangan juga membuatnya sedemikian rupa demi kelancaran kegiatan ujian nantinya. Baca lebih lanjut

Jam Mengajar Kurang dari 24 Jam, Guru Tetap Dapat TPG

JAKARTA- Dirjen Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Sumarna Surapranata mengatakan, pemenuhan 24 jam mengajar masih tetap menjadi masalah bagi para pendidik untuk mendapatkan tunjangan profesi guru (TPG).

Untuk mengatasi masalah ini, Kemendikbud sedang merancang beberapa skema yang bisa digunakan.

“Guru-guru tidak usah khawatir, pemerintah sudah membuat beberapa skema agar TPG ‎tetap cair,” kata Pranata, Senin (19/12). Baca lebih lanjut

%d blogger menyukai ini: