Jam Mengajar Terpangkas, Ini Solusinya agar Tetap Dapat TPG

JAKARTA – Sebanyak 104.308 guru kehilangan sebagian jam mengajar seiring penerapan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) menggantikan Kurikulum 2013 (K-13).

Dampaknya mereka bisa tidak mendapatkan tunjangan profesi guru (TPG). Sebab tidak mampu mengejar beban minimal mengajar 24 jam tatap muka per pekan.

Sebelum menjadi masalah yang meluas di kalangan guru, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) telah mengeluarkan langkah antisipasi.
Baca lebih lanjut

Pensiunan Guru Bisa Ngajar Lagi dan Digaji Pemerintah

JAKARTA–Istilah honorer, pegawai tidak tetap (PTT), dan guru tidak tetap (GTT) tidak akan ada lagi bila Peraturan Pemerintah (PP) tentang Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) nantinya diterbitkan. Saat ini Rancangan PP PPPK masih dalam tahap harmonisasi di Kementerian Hukum dan HAM.

“Kita masih menunggu PP PPPK-nya turun. Kalau sudah turun, otomatis tidak ada lagi istilah honorer, PTT, GTT, dan sejenisnya. Yang ada hanyalah pegawai aparatur sipil negara (ASN) PPPK,” kata Kabid Perencanaan SDM Aparatur Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPAN-RB) Syamsul Rizal kepada JPNN, Kamis (19/2).
Baca lebih lanjut

Ternyata, 70 Persen Pelajar Sarapannya Asal-asalan

214222_587710_siswa_SD_dlmBOGOR – Gerakan wajib sarapan bagi para pelajar yang digaungkan pemerintah layak mendapat dukungan masyarakat luas.

Institut Pertanian Bogor (IPB) mengungkap, 70 persen siswa TK, SD dan SMP di Kota Bogor belum berperilaku sarapan sehat. Artinya, mayoritas pelajar masih mengonsumsi sarapan berkualitas rendah.

“Sementara berbagai kajian menunjukkan bahwa 17 persen bahkan hingga 59 persen remaja serta 31,2 persen orang dewasa di Indonesia tidak biasa sarapan,” papar Asisten II Setdakot Bogor Toto M Ulum, dalam rapat persiapan pekan sarapan nasional, di Balaikota Bogor kemarin.
Baca lebih lanjut

Jadwal dan Kisi-kisi UN 2015

Berikut tanggal penting UN dan kisi-kisi ujian nasional tahun pelajaran 2014/2015 SD/SMP/SMA/SMK . Juga kisi UAMBN MI/MTs/MA.

Jadwal UN 2015

  • UN SMA/SMK/MA : 13 s.d. 15 April 2015
  • Pengumuman hasil UN SMASMK/MA : 18 Mei 2015
  • UN SMP/MTs : 4 s.d. 7 Mei 2015
  • Pengumuman hasil UN SMP/MTs : 10 Juni
  • UN SD : tunggu penetapan (biasanya satu minggu setelah UN SMP)

Kisi-kisi UN 2015

Kisi-kisi Ujian Nasional PAI 2015

Kisi-kisi UN SD

UAMBN MTs/MA

Sumber : tunas63

Ijazah Saja Kini Tak Cukup Lagi

1257248ijazah-saja-tak-cukup780x390Selama ini, jamak pandangan masyarakat bahwa selembar ijazah pendidikan tinggi, terutama bukti gelar sarjana, merupakan kunci utama untuk mendapatkan pekerjaan impian. Namun, seiring makin banyaknya sarjana yang diproduksi institusi pendidikan tinggi, selembar ijazah tak cukup lagi.

Gejala ijazah pendidikan tinggi bukan jaminan mengantarkan ke dunia kerja setidaknya tergambar dalam data yang dikumpulkan Badan Pusat Statistik. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik pada Agustus 2014, di Indonesia ada 9,5 persen (688.660 orang) dari total penganggur yang merupakan alumni perguruan tinggi. Mereka memiliki ijazah diploma tiga atau ijazah strata satu alias bergelar sarjana. Dari jumlah itu, jumlah penganggur paling tinggi, 495.143 orang, merupakan lulusan universitas yang bergelar sarjana.
Baca lebih lanjut

Unas SMA Serentak Pada 13 April

brt811782091Jakarta – Pelaksanaan Ujian Nasional (UN) hanya menunggu beberapa bulan lagi, tepatnya pada 13-15 April UN tingkat SMA/Sederajat dilaksanakan secara serentak.

Kepala Pusat Pendidikan (Kapuspendik), Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), Prof Nizam berkata, “Alhamdulillah, semua persiapan teknis dari soal, pengadaan bahan UN, dan semua yang dibutuhkan dalam pelaksnaan UN sesuai dengan yang dijadwalkan.”

Ia menambahkan, pemenang lelang percetakan lembar soal dan jawaban UN sudah diumumkan dan dapat dilihat melalui laman Kemendikbud. Selain itu, persiapan soal-soal pun telah rampungdan panitia pelaksanaan UN 2015 pun telah dibentuk.
Baca lebih lanjut

Benarkah Soal Unas Online Lebih Sulit?

055231_25290_UN_SMP_dlJAKARTA – Kepala Pusat Penilaian Pendidikan (Puspendik) Kemendikbud Nizam berharap masyarakat tidak terlalu mencemaskan pelaksanaan ujian nasional (unas) online (computer based test/CBT). Sebab tingkat kesulitan unas online maupun yang konvensional (berbasis kertas LJK) sama saja.

Dia menjelaskan, butir soal unas online dengan cetak memang berbeda. Cara ini diambil untuk antisipasi kebocoran soal ujian. Sebab jumlah hari pelaksanaan unas berbasis online lebih lama dibanding unas konvensional.

Jumlah unit komputernya kan terbatas, jadi butuh hari yang lebih banyak,” katanya di Jakarta kemarin.

Pemerintah akan segera mengumumkan jadwal pelaksanaan unas online. Sebelum itu, Kemendikbud sudah menargetkan pelaksanaan unas online ada di 862 unit SMA/SMK mewakili seluruh provinsi di Indonesia.
Baca lebih lanjut

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 74 pengikut lainnya.

%d blogger menyukai ini: