UN SD Surabaya Jeblok, Tulungagung, Malang dan Mojokerto Tertinggi

Surabaya--Sekolah peraih total nilai tertinggi UN SD dicapai sekolah asal Kabupaten Tulungagung dan siswa SD peraih nilai UN SD tertinggi diraih asal Malang. Sedangkan, kabupaten/kota yang meraih total nilai tertinggi adalah Kota Mojokerto.

Ini membuat prestasi pendidikan SD di Surabaya jeblok, karena tidak mencatat prestasi bagus dalam pelaksanaan UN 2012.

Data dari Dinas Pendidikan Provinsi Jatim, jumlah sekolah penyelenggara UN tingkat SD, madrasah ibtidaiyah (MI) dan sekolah dasar luar biasa (SDLB) di Jatim sebanyak 26.067 sekolah terdiri dari 19.326 SD, 6.636 MI dan 105 SDLB. Sedangkan, peserta UN sebanyak 640.276 siswa terdiri dari 511.917 siswa SD, 128.092 siswa MI dan 267 siswa SDLB.

Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jatim Harun kepada wartawan di kantornya, Kamis (14/6/2012) mengatakan, kelulusan siswa SD bukan hanya ditentukan dari nilai UN.
Kriteria kelulusan siswa juga ditentukan oleh sekolah atau madrasah penyelenggara. Jadi tidak hanya ditentukan oleh nilai UN,” katanya.

Harun menambahkan, pengumuman kelulusan setingkat SD, MI maupun SDLB akan disampaikan serentak pada Sabtu (16/6/2012) lusa. “Mekanisme penyampaian pengumuman kelulusan diserahkan sepenuhnya kepada masing-masing sekolah atau madrasah,” jelasnya

Baca lebih lanjut

18 Siswa yang memperoleh Nilai UN SMP Tertinggi se-Indonesia


peringkat pertama ditempati Ni Putu Tamara Bidari Suweta dari SMPN 1 Denpasar dengan nilai UN murni 40,00
posisi kedua Novia Meizura dari SMPN 49 Jakarta dengan nilai UN 39,80,
peringkat ketiga Amalia Adinugraha Arisakti dari SMPN 5 Semarang dengan nilai UN 39,80,
peringkat keempat Anggi Indah Safitri dari SMPN 1 Bondowoso dengan nilai UN 39,80
peringkat kelima Adella Felita Tantra dari SMPN 1 Denpasar dengan nilai UN 39,80.

peringkat ke-6 hingga ke-14 diraih siswa-siswi dari SMPN 1 Denpasar, yakni Julia Justina (39,80), Made Surya Dharmawan (39,80), I Putu Arya Aditya Nugraha (39,80),Gede Fajar satria (39,80), Ketut Nindy Rahayu Sugitha (39,80), Ida Bagus Gde Ananta Mahesvara (39,80), I Wayan Govinda Gotama Putra (39,80), I Gusti Ngurah Agung Putra Agniveda (39,80), dan Ricko Wijaya (39,80).

Adapun posisi ke-15 ditempati Adelia Suryani dari SMP Kristen Penabur Bekasi (39,80), diikuti Nindya Putri Fadilah dari SMPN 49 Jakarta.
posisi ke-16 (39,75).
Selanjutnya penghuni posisi ke-17 adalah Hari Karunia Wibowo Setjo dari SMPN 1 Magelang (39,75) dan
peringkat ke-18 juga siswa dari Bali Ni Made Trismarani Sultradewi Kesuma dari SMPN 3 Denpasar dengan nilai UN murni 39,75.

Untuk sekadar diketahui, meskipun para siswa mendapatkan nilai UN murni tertinggi yang nilainya sama,peringkat ini ditentukan berdasarkan nomor peserta ujian……

Baca lebih lanjut

Nilai UN SMP tertinggi di Jawa Timur

Urutan pertama :Siswi SMP Negeri 1 Bondowoso Anggi Indah Safitri meraih nilai UN SMP tertinggi tingkat Jatim tahun 2011/2012. Dia mendapat nilai 39,80, dengan rincian :
Bahasa Indonesia 10,00,
Bahasa Inggris 9,80,
Matematika 10,00 dan IPA 10,00.

Urutan kedua : ditempati Audi Wira Pradhana siswa SMP Negeri 26 Surabaya dengan nilai 39,60
(Bahasa Indonesia 9,80,
Bahasa Inggris 9,80,
Matematika 10,00 dan IPA 10,00).

Urutan ketiga :
Maria Pradnya Paramita nilai 39,60 (SMP Negeri 1 Mojokerto),
M Dzakiansyah Bagus Pratama nilai 39,60 (SMP Negeri 1 Gresik)
Ulfiana Ihda Afifa nilai 39,60 (SMP Negeri 1 Kauman Tulungagung).

Sedangkan, untuk peraih nilai tertinggi UN MTs adalah
1.Mochamad Adnan Hakiki dari MTs Negeri 2 Bondowoso dengan nilai 39,60
Bahasa Indonesia 9,80,
Bahasa Inggris 9,80,
Matematika 10,00, IPA 10,00).

2.Satrio Dermawan nilai 39,35 (MTs Negeri Sidoarjo),
Abdur Rachman nilai 39,35 (MTs Negeri Sidoarjo),
Yahya nilai 39,35 (MTs Al Khosiny Sidoarjo)
Imam Hartoyo nilai 39,35 (MTs Al-amin Krian Sidoarjo).

Kemudian, untuk peraih tertinggi UN SMPT adalah
1.M Abdullah Faqih dari SMP Negeri Terbuka 12 Surabaya dengan nilai 38,65 dengan rincian :
Bahasa Indonesia 9,80,
Bahasa Inggris 9,60,
Matematika 9,50, IPA 9,75).

2.Rusmiyati asal SMP Negeri Terbuka Pragaan Sumenep dengan nilai 38,55,
Mohammad Rusdi asal SMP Negeri Terbuka Bondowoso dengan nilai 38,50, Deden Arianto asal SMPN Terbuka Taman Sidoarjo nilai 38,40 dan Nanda Choirul Ummami asal SMPN Terbuka 25 Surabaya dengan nilai 38,35

Daftar Nilai UN SMA/MA Tertinggi Jatim


Dinas Pendidikan Provinsi Jatim pada Jumat (25/5/2012) hari ini merilis nama-nama pelajar yang memperoleh total nilai tertinggi Ujian Nasional (UN) SMA dan sederajat tahun 2011/2012. Berikut adalah daftarnya.

Pelajar SMA peraih total nilai tertinggi UN 2011/2012:

Program Bahasa
1. Rizka Amalia Fitrianissa Arief – SMAN 1 Manyar Gresik (55,95)
2. Noora Faisal Basalamah – SMAN 1 Bangil Pasuruan (55,45)
3. Iffatu Masrura Al Hakimi – SMAN 2 Lamongan (54,85)
4. Firosyatul Warda – SMAN 1 Bangil Pasuruan (54,85)
5. Moh. Ridhouddin Yunus – SMAN 1 Manyar Gresik (54,70)

Program IPA
1. Novi Wulandari – SMAN 2 Lamongan (58,80)
2. Fajrin Pradita Wina – SMAN 1 Sidoarjo (58,45)
3. Anggi Arsandi Apriliyanto – SMAN 2 Lamongan (58,45)
4. Bagas Widyatmaka – SMAN 1 Ponorogo (58,45)
5. Robbin Maulana Ahmad – SMAN 1 Ponorogo (58,25)

Program IPS
1. Anggita Naluriza Rahmawati – SMAN 1 Taman Sidoarjo (57,20)
2. Prayoga Septiandi – SMAN 1 Bojonegoro (57,10)
3. Bhisma Prihaswara – SMAN 3 Lumajang (57,10)
4. Aulatun Nisah -SMAN Tempeh Lumajang (57,10)
5. Vivi Hayuningtyas Landyasari – SMAN 1 Lamongan (56,90)

Pelajar MA peraih total nilai tertinggi UN 2011/2012

Program Bahasa
1. Siti Fatimatuzzahro’ – MAN Jombang (53,05)
2. Abdul Azis – MAN 1 Tulungagung (52,90)
3. Nismatul Afroch – MA Ma’arif Sukorejo Pasuruan (52,70)
4. Lilik Khodijah – MAN Mojokerto (52,65)
5. Navahatin Nur – MAN 1 Gresik (52,35)

Program IPA
1. Amirudin Darmawan – MAN 1 Tulungagung (57,60)
2. Richa Marda Syah Putri – MAN Lamongan (57,50)
3. Iin Choiriyawati – MAN Gondanglegi Malang (57,30)
4. Muchammad Al Basthomi – MA Unggulan PP Amanatul Ummah Surabaya (57,05)
5. Eri Khilmi Fatmawati – MA Al Ishlah Paciran Lamongan (57,05)

Program IPS
1. Rika Zahrotul Ilmiyah – MA Assa’idiyah Gresik (56,00)
2. Muammaroh – MA Al Amien 1 Sumenep (56,00)
3. Ratna Setya Dewi – MAN 2 Bojonegoro (55,90)
4. Eny Eka Zahidaturrohmah – MAN Lamongan (55,90)
5. Azam Syaifur Rizal – MAN 2 Gresik (55,85)

Program Agama
1. Mariyatul Qibhthiyah – MA Mamba’us Sholihin Gresik (55.55)
2. Nilna Fadliyah – MA Assaadah Gresik (55,55)
3. Maulidah Zulfiani – MA Mamba’us Sholihin Gresik (55,00)
4. Muhammad Saifullah – MA Mamba’us Sholihin Gresik (54,95)
5. Putri Indah Wati – MA Mamba’us Sholihin Gresik (54,90)

Faktor Penyebab Ketidaklulusan UN

Jakarta — Ada dua faktor ketidaklulusan siswa dalam ujian nasional (UN) tahun 2012. Nilai rata-rata yang di bawah 5,5 dan atau salah satu atau lebih nilai mata pelajaran bernilai kurang dari empat.

Kedua faktor tersebut diungkap oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Mohammad Nuh, saat berdiskusi dengan media di gedung Kemdikbud.

Dari pemetaan hasil UN, diketahui sebanyak 5301 siswa atau 69,94 persen dari total ketidaklulusan adalah dikarenakan rata-ratanya tidak mencapai 5,5. Sedangkan 30,06 persen atau 2.278 siswa lainnya dikarenakan ada satu atau lebih mata pelajaran yg kurang dr 4.

“Rata-rata yang tidak mencapai nilai 5,5 atau ada mata pelajaran yang tidak mencapai nilai 4 itu bisa juga dikarenakan nilai ujian sekolah siswa tidak lengkap,” katanya.

Mendikbud menyampaikan, jumlah ketidaklulusan terbesar terjadi di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) dengan 1.994 siswa atau 5,50 persen. Disusul Provinsi Gorontalo dalam jumlah persentase 4,24 persen.

Berdasarkan hasil UN ini, Kemdikbud telah melakukan pemetaan kompetensi, baik untuk kepentingan publik maupun internal. Mendikbud menegaskan, kelulusan UN ini tidak serta merta menyatakan siswa lulus sekolah. “Misalnya ada siswa yang melakukan tindak kriminal sehabis UN, keputusan sekolah untuk meluluskan atau tidak meluluskannya,” ujarnya.

Selain itu, hasil UN juga mendukung pemetaan yang dilakukan guna menentukan intervensi apa yang akan dilakukan pada setiap sekolah. “Mulai dari perbaikan infrastruktur sampai bantuan untuk siswa,” katanya.

Pengumuman akan dilakukan pada tanggal 26 Mei 2012. Kewenangan ada di sekolah untuk mengumumkan. Mendikbud meminta sekolah untuk mengkoordinasikan pengumuman kelulusan secara positif. “Jangan sampai momen tersebut digunakan untuk yang negatif seperti coret-coret baju,” katanya.

sumber : kemdiknas

Kelulusan UN SMA Capai 99%

JAKARTA – Pengumuman kelulusan Ujian Nasional (UN) tingkat SMA/SMK/MA dan sederajat sangat dinantikan oleh para pelajar kelas XII di Tanah Air. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) memaparkan hasil UN secara keseluruhan sebelum hasilnya serentak diberikan sekolah masing-masing, 26 Mei mendatang.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) M Nuh menyebutkan, tingkat kelulusan SMA/MA tahun ini meningkat dibandingkan tahun lalu. Jika tahun lalu tingkat kelulusan 99,22 persen, maka tahun ini menjadi 99,50 persen.

Peningkatan juga terjadi pada lulusan SMK. Tahun ini, dari 1.048.972 peserta UN SMK, 99,72 persennya dinyatakan lulus.

Dari 17.269 sekolah SMA/MA yang mengikuti UN 2012, sekira 15 ribu sekolah berhasil lulus 100 persen. Sementara terdapat empat sekolah dengan jumlah siswa 41 orang dinyatakan tidak lulus 100 persen.

“Keempat sekolah tersebut adalah SMA Swasta Dorema Medan, MA Swasta Al-Ma’Arif Bengkel, Sumatera Utara, MAS Al Jabbar Lainea, Sulawesi Tenggara, dan MA Nadhatul Wathan, Maluku Utara,” kata M Nuh dalam acara Diskusi Kebijakan Dikbud Mendikbud dengan Redaktur Pendidikan Media Massa, di Kemendikbud, Senayan, Jakarta Selatan.

M Nuh menegaskan, manfaat UN sangat besar sehingga perlu terus-menerus diadakan meski menuai berbagai kontroversi. “UN bukan termometer tapi multimeter. Tidak hanya melihat permukaan tetapi bisa merinci hal-hal paling detail dibandingkan Ujian Sekolah. Misalnya saja apa mata pelajaran yang lemah di suatu daerah dan apa yang menjadi kekuatan daerah tersebut,” ujarnya menjelaskan.

sumber : okezone

Kemdikbud Berharap SD Lulus UN 100 Persen

JAKARTA, – Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) berharap seluruh siswa Sekolah Dasar (SD) dapat lulus Ujian Nasional (UN) sampai 100 persen. Untuk itu, Kemdikbud telah mengagendakan berbagai persiapan khusus demi mencapai target tersebut.

Direktur Pembinaan SD Kemdikbud, Ibrahim Bafadal menjelaskan, menghadapai UN tingkat SD pada bulan Mei 2012 mendatang, saat ini pihaknya akan melakukan workshop dan menerjunkan tim pemantau serta asistensi SD di masing-masing kabupaten/kota.

SD itu kan masuk dalam wajib belajar 9 tahun, maka kami sangat berharap dapat lulus 100 persen dan melanjutkan ke SMP,” kata Ibrahim, di gedung Kemdikbud, Jakarta.

Ia melanjutkan, langkah khusus itu sengaja diambil karena UN SD berbeda dengan UN pada jenjang SMP/SMA. Seperti diketahui, soal UN SD ditata dan dikelola oleh masing-masing kabupaten/kota dan sekolah. Berbeda dengan jenjang di atasnya yang secara langsung ditangani oleh Kemdikbud. Baca lebih lanjut

Tahun Ini tak Ada Naskah Cadangan Soal UN

Tahun ini tak hanya ujian ulang yang ditiadakan, pasalnya cadangan naskah soal ujian nasional (UN) pun tidak disediakan. Banyaknya naskah soal disesuaikan dengan jumlah peserta didik yang mengikuti ujian.

Hal ini dilakukan guna mengurangi risiko kebocoran soal ujian. “Kalau terjadi kekurangan naskah soal ujian, bisa dicarikan ke sekolah lain,” ujar anggota Badan Standar Nasional Pendidikan, Mungin Eddy Wibowo, saat ditemui usai rapat kerja pendidikan se-Jawa Tengah menuju UN yang jujur dan berprestasi 2012 di komplek Gubernuran Jateng.

Jika sekolah lain juga tak memiliki naskah, maka bisa dicari ke tingkat kabupaten/kota. “Jika tidak memungkinkan, maka di-fotocopy, tapi harus disaksikan oleh panitia dan pengawas ujian,” katanya. Dengan begini, Mungin optimis tidak akan terjadi kebocoran soal. Baca lebih lanjut

Ujian Ulang UN Ditiadakan

SEMARANG – Tahun ini ujian ulang (remidial) terhadap ujian nasional (UN) ditiadakan. Hal ini membuat para siswa yang nantinya tidak lulus harus mengulang pada tahun berikutnya.

Anggota Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP), Mungin Eddy Wibowo, mengatakan adanya aturan baru ini dimaksudkan sebagai pembelajaran bagi mereka yang tidak bisa mencapai kompetensi tertentu. Pihaknya pun tak khawatir jika hal ini bisa mempengaruhi tingkat kelulusan.

“Soal tingkat kelulusan saya kira itu tergantung pada peserta didik sendiri apakah dia cukup baik atau tidak mengikuti pembelajaran,” ujarnya, saat ditemui usai rapat kerja pendidikan se-Jawa Tengah.

Tak hanya itu, menurutnya kelulusan juga dipengaruhi bagaimana sistem pembelajaran yang baik di sekolah oleh guru. “Kalau hal-hal tersebut sudah dipenuhi, kenapa harus ada ujian ulang,” ucapnya.

Bagi siswa yang nanti tidak lulus, kata Mungin, diperbolehkan mengikuti jalur pendidikan non formal. “Jadi mungkin siswa akan mengikuti ujian nasional lewat paket B atau C,” ujarnya… Baca lebih lanjut

Syarat Nilai Lulus Ujian Nasional 2012

Syarat Kelulusan SD/MI/SDLB

Kriteria dan mekanisme kelulusan SD/MI/SDLB tahun 2011/2012 diatur berdasarkan Peraturan BNSP Nomor: 0012/P/BSNP/XII/2011 tentang POS SD/MI/SDLB 2011/2012.

Kelulusan dari Satuan Pendidikan (Bab VI)

Peserta didik dinyatakan lulus dari satuan pendidikan melalui rapat dewan guru setelah:

a. menyelesaikan seluruh program pembelajaran;
b. memperoleh nilai minimal baik pada penilaian akhir untuk seluruh matapelajaran:

1) kelompok mata pelajaran agama dan akhlak mulia;
2) kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dan kepribadian;
3) kelompok mata pelajaran estetika, dan
4) kelompok mata pelajaran jasmani, olah raga, dan kesehatan;

c. lulus US/M untuk kelompok mata pelajaran ilmu pengetahuan dan teknologi; dan
d. lulus UN.

Kelulusan Ujian Nasional (Bab VII)

1. Peserta didik dinyatakan lulus US/M pada SD, MI, dan SDLB apabila peserta didik telah memenuhi kriteria kelulusan yang ditetapkan oleh satuan pendidikan berdasarkan perolehan Nilai S/M.
2. Nilai S/M diperoleh dari rata-rata gabungan nilai US/M dan nilai rata-rata rapor semester 7, 8, 9, 10, dan 11 dengan pembobotan 60% untuk nilai US/M dan 40% untuk nilai rata-rata rapor.
3. Kelulusan peserta didik dari UN ditentukan berdasarkan NA.
4. NA sebagaimana dimaksud pada ayat (1) diperoleh dari nilai rata-rata gabungan nilai S/M dari mata pelajaran yang diujinasionalkan dan nilai UN dengan formula 60% nilai UN dan 40% nilai S/M.
5. Kriteria kelulusan UN ditetapkan melalui rapat dewan guru berdasarkan:

nilai minimal setiap mata pelajaran yang diujinasionalkan;
nilai rata-rata ketiga mata pelajaran yang diujinasionalkan.

Syarat Kelulusan SMP/MTs/SMPLB/SMA/MA/SMALB/SMK

Kriteria dan mekanisme kelulusan SMP/MTs/SMPLB/SMA/MA/SMALB/SMK tahun 2011/2012 diatur berdasarkan Peraturan BNSP Nomor: 0011/P/BSNP/XII/2011 tentang POS UN SMP/MTs/SMPLB/SMA/MA/SMALB/SMK 2011/2012

Kelulusan dari Satuan Pendidikan (Bab VI)

Kelulusan peserta didik dari satuan pendidikan ditentukan oleh satuan pendidikan berdasarkan rapat Dewan Guru dengan menggunakan kriteria sebagai berikut:

1. menyelesaikan seluruh program pembelajaran;
2. memperoleh nilai minimal baik pada penilaian akhir untuk seluruh mata pelajaran kelompok mata pelajaran agama dan akhlak mulia, kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dan kepribadian, kelompok mata pelajaran estetika, dan kelompok mata pelajaran jasmani, olah raga, dan kesehatan;
3. lulus ujian sekolah/madrasah untuk kelompok mata pelajaran ilmu pengetahuan dan teknologi; dan
4. lulus Ujian Nasional

Kelulusan Ujian Nasional (bab VII)

1. Peserta didik dinyatakan lulus US/M SMP/MTs, SMPLB, SMA/MA, SMALB, dan SMK apabila peserta didik telah memenuhi kriteria kelulusan yang ditetapkan oleh satuan pendidikan berdasarkan perolehan Nilai S/M.
2. Nilai S/M sebagaimana dimaksud pada nomor 1 diperoleh dari:

a. gabungan antara nilai US/M dan nilai rata-rata rapor semester 1, 2, 3, 4, dan 5 untuk SMP/MTs dan SMPLB dengan pembobotan 60% untuk nilai US/M dan 40% untuk nilai rata-rata rapor.

b. gabungan antara nilai US/M dan nilai rata-rata rapor semester 3, 4, dan 5 untuk SMA/MA, dan SMALB dengan pembobotan 60% untuk nilai US/M dan 40% untuk nilai rata-rata rapor.

c. gabungan antara nilai US/M dan nilai rata-rata rapor semester 1 sampai 5 untuk SMK dengan pembobotan 60% untuk nilai US/M dan 40% untuk nilai rata-rata rapor.

3. Kelulusan peserta didik dari UN ditentukan berdasarkan NA.
4. Nilai Kompetensi Keahlian Kejuruan adalah:

a. gabungan antara nilai Ujian Praktik Keahlian Kejuruan dan nilai Ujian Teori Kejuruan dengan pembobotan 70% untuk nilai Ujian Praktik Keahlian Kejuruan dan 30% untuk nilai Ujian Teori Keahlian Kejuruan;

b. kriteria Kelulusan Kompetensi Keahlian Kejuruan adalah minimum 6,0 ;

5. NA sebagaimana dimaksud pada butir nomor 3 diperoleh dari gabungan Nilai S/M dari mata pelajaran yang diujinasionalkan dengan Nilai UN, dengan pembobotan 40% untuk Nilai S/M dari mata pelajaran yang diujinasionalkan dan 60% untuk Nilai UN.
6. Pembulatan nilai gabungan nilai S/M dan nilai rapor dinyatakan dalam bentuk dua desimal, apabila desimal ketiga ≥ 5 maka dibulatkan ke atas.
7. Pembulatan nilai akhir dinyatakan dalam bentuk satu desimal, apabila desimal kedua ≥ 5 maka dibulatkan ke atas.
8. Peserta didik dinyatakan lulus UN apabila nilai rata-rata dari semua NA sebagaimana dimaksud pada butir nomor 5 mencapai paling rendah 5,5 (lima koma lima) dan nilai setiap mata pelajaran paling rendah 4,0 (empat koma nol).
9. Kelulusan peserta didik dari satuan pendidikan ditetapkan oleh satuan pendidikan melalui rapat dewan guru berdasarkan kriteria kelulusan sebagaimana dimaksud pada VI.

%d blogger menyukai ini: