Dapodik muncul pesan “We are sorry, but something went terribly wrong”.

Jika  Dapodik muncul pesan “We are sorry, but something went terribly wrong”. Jika muncul pesan tersebut terindikasi services DapodikDB status tidak Started, dan sudah dicoba berulang kali di Start services tersebut tetap tidak mau running/aktif. 

Kalau kasusnya seperti itu maka yang harus dikerjakan biar data yang sudah terentri tidak hilang, lakukan dengan langkah-langkah sebagai berikut:
1) Stop services DapodikWebSrv dan juga DapodikDB (tekan tombol Win+R dan ketik services.msc lalu klik pada services tersebut dan klik Stop)

2) Buka Window Explorer dan rename folder Dapodik menjadi Dapodik_ori di folder Program Files (x86)

3) Jalankan Regedit (tekan tombol Win+R ketik regedit) lalu masuk ke HKEY_LOCAL_MACHINE\SOFTWARE\DitjenDikdasmen\Dapodik dan hapus key folder Dapodik.
4) Install Dapodik 2017 dan berturut-turut Updater sampai versi terakhir. Setelah selesai buka browser dan hapus history browsernya lalu buka di address bar: localhost:5774
5) Jika sudah berhasil dibuka dapodiknya, tutup kembali browser dan Stop services DapodikDB dan DapodikWebSrv
6) Gunakan window explorer untuk mengcopy subfolder database dan dataweb dari folder Dapodik_ori ke folder Dapodik (Replace All).
Jika sudah selesai mengcopy lakukan restart windows. Insya Allah, sudah bisa login kembali di Dapodik dengan data yang masih utuh sesuai sebelum error.
Iklan

RPP Kurikulum 2013 Revisi 2017 SD

RPP adalah pegangan seorang guru dalam mengajar di dalam kelas. RPP dibuat oleh guru untuk membantunya dalam proses Belajar-mengajar agar sesuai dengan kaidah-kaidah aturan yang berlaku.
Menurut Permendikbud Nomor 65 Tahun 2013 tentang Standar Proses, Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) adalah rencana kegiatan pembelajaran tatap muka untuk satu pertemuan atau lebih. RPP dikembangkan dari silabus untuk mengarahkan kegiatan pembelajaran peserta didik dalam upaya mencapai Kompetensi Dasar.

Baca lebih lanjut

Dispendik Jember Akui Verifikasi Data Guru dan Pegawai Honorer Lambat

 

Dispendik Jember Akui Verifikasi Data Guru dan Pegawai Honorer Lambat

 

Jember (beritajatim.com)–Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Jember, Jawa Timur, Muhammad Ghozali, mengakui verifikasi data guru dan pegawai honorer (guru tidak tetap dan pegawai tidak tetap atau GTT-PTT) berjalan lambat.

“Begini. Kalau cuma sekadar mengeluarkan SK (Surat Keputusan): NUPTK (Nomor Unik Pendidik dan Tenaga Kependidikan), tempat tanggal lahir, gampang itu. Tapi yang dimaui Ibu (Bupati) itu mendalam,” kata Ghozali.

Menurut Ghozali, Bupati Faida menginginkan pendataan tanggal penerimaan surat keputusan sebagai guru dan pegawai honorer, termasuk SK terakhir.

“Jadi, terpantau semua, (termasuk apakah) K2 atau tidak. Ibu (Faida) detail sampai begitu. Saya tidak berpikir sampai ke sana,” katanya.
Baca lebih lanjut

Honorer K2 Kerja di Atas Januari 2005 tak Diangkat jadi CPNS

Honorer K2 Kerja di Atas Januari 2005 tak Diangkat jadi CPNS - JPNN.COM

pnn.comJAKARTA – Revisi Undang Undang Aparatur Sipil Negara (ASN) yang pembahasannya sedang berjalan bukan untuk menampung honorer bodong.

Revisi ini menurut Bambang Riyanto, anggota Badan Legislasi (Baleg) DPR RI, khusus untuk memberikan payung hukum pengangkatan honorer kategori dua (K2) menjadi CPNS.

“Harus dirunut dulu kenapa sampai ada revisi. Itu kan karena ada 440 ribu honorer K2 yang tidak bisa diangkat CPNS lantaran ada batasan usia di UU ASN,” kata Bambang kepada JPNN, Kamis (1/2). Baca lebih lanjut

Menristekdikti: Kuliah Zaman Now Tidak Harus Tatap Muka

Menristekdikti: Kuliah Zaman Now Tidak Harus Tatap Muka - JPNN.COM

jpnn.comJAKARTA – Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir mengatakan, pemerintah terus berusaha meningkatkan angka partisipasi kasar (APK) mahasiswa.

Salah satunya melalui metode e-learning atau kuliah dengan metode pembelajaran jarak jauh.

Menurut Nasir, metode itu sudah lama dilakukan oleh Universitas Terbuka (UT) yang berdiri sejak 1984.

Sebagai pelopor pembelajaran jarak jauh, UT diharapkan mampu menarik minat lulusan SMA di berbagai provinsi. Baca lebih lanjut

Februari, Aturan Kuliah Jarak Jauh Diterbitkan

jpnn.comJAKARTA – Perguruan Tinggi diminta mulai menyiapkan pembelajaran daring (online/distance learning) dengan merujuk Peraturan Menteri (Permen) tentang standar Pendidikan Jarak Jauh (PJJ).

Menurut Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) Ainun Na’im, rencananya Permenristekdikti PJJ diterbitkan Februari. Baca lebih lanjut

Tidak Mungkin 1 Juta Orang Semua Diangkat jadi CPNS

seorang-honorer-k2-menangis-saat-aksi-unjuk-rasa-menuntut-diangkat-jadi-cpns-ilustrasi-foto-dokjpnncomjpnn.comJAKARTA – Draf revisi Undang Undang Aparatur Sipil Negara (UU ASN) yang sudah beredar di sejumlah kalangan masih berpeluang berubah.

Draf revisi UU ASN yang beredar tidak hanya mengakomodir honorer kategori dua (K2) untuk diangkat menjadi CPNS, tapi juga tenaga kerja yang mengabdi di atas 2005. Padahal, kemampuan keuangan negara terbatas.

“Ya nggak mesti ikut draf itu. Kalau ikut draf itu apa pemerintah punya uang untuk mengangkat CPNS seluruhnya,” kata Anggota Badan Legislasi (Baleg) DPR RI Bambang Riyanto kepada JPNN, Kamis (1/2).

Dia mencontohkan, di salah satu pasal dicantumkan ada honorer K2, pegawai pemerintah non PNS, pegawai tidak tetap, tenaga harian lepas, dan lain-lain. Total jumlah seluruhnya hampir sejuta orang.

“Ya mana bisa diakomodir semua makanya perlu ada pembahasan ini. Rujukannya di PP 48/2005 jo PP 43/2007 yang jelas melarang pimpinan instansi merekrut honorer dan sejenisnya,” tegasnya.

Politikus Gerindra ini menambahkan, revisi UU ASN ini hanya khusus mengakomodir honorer yang diangkat minimal per Januari 2005.

Mulai dari guru, tenaga kependidikan, tenaga kesehatan, penyuluh, dan tenaga teknis lainnya.

“Draf itu nggak pakem, bisa berubah sesuai kebutuhan. Yang jelas prioritas honorer K2 dulu,” tandasnya.

%d blogger menyukai ini: