Lembar Info Guru

1622208_10200920132115669_1317931582_n

Cek Lembar Info PTK 2015 1. http://223.27.144.195:8081/index.php
Cek Lembar Info PTK 2015 2. http://223.27.144.195:8082/index.php
Cek Lembar Info PTK 2015 3. http://223.27.144.195:8083/index.php
Cek Lembar Info PTK 2015 4. http://223.27.144.195:8084/index.php
Cek Lembar Info PTK 2015 5. http://223.27.144.195:8085/index.php

Pemda Telat Umumkan Tes CPNS, KemenPAN-RB Siap Ambil Alih

20140226_174503_honorer-k2Jakarta - Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPAN-RB) mengaku masih ada beberapa daerah yang belum mengambil pengumuman kelulusan tes CPNS. Padahal, batas waktu pengumuman tes CPNS paling lambat 28 Februari 2015.

‎Menteri PAN-RB, Yuddy Chrisnandi mengaku, KemenPAN-RB akan mengambil alih pengumuman CPNS jika daerah-daerah yang tersebut tidak juga mengumumkan hasilnya hingga akhir bulan.

“Batasnya 28 Februari, lewat dari itu diambilalih pusat, diumumin pusat. Meski harusnya itu tanggung jawab mereka,” kata Yuddy di kantornya, Kamis (26/2/2015).
Baca lebih lanjut

Kesempatan Emas! Tes CPNS Honorer K2 Diulang, Ada 80 Ribu Formasi

ilustrasi-tes-CPNS-4-140717-andriJakarta - Pemerintah memberikan kesempatan terakhir bagi para tenaga honorer kategori 2 (k2) untuk mengikuti tes ulang calon pegawai negeri sipil (CPNS). Rencananya tes itu digelar setelah lebaran atau sekitar bulan Juli atau Agustus.

Hal itu dilakukan karena adanya data-data manipulasi para pegawai honorer yang telah lulus seleksi tes CPNS. “Pelaksanaannya secepatnya setelah lebaran. Sekitar Juli atau Agustus,” ujar Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN-RB) Yuddy Chrisnandi di Jakarta, Senin (2/3/2015).

Dia menuturkan, peserta yang lulus tes nantinya akan mengisi formasi sekitar 80 ribu formasi. Angka itu merupakan jumlah dari peserta tes CPNS jalur K2 yang lulus tahun lalu, tetapi disinyalir bodong.
Baca lebih lanjut

Petunjuk Teknis Aneka Tunjangan P2TK 2015

Petunjuk Teknis Kualifikasi S1 Dikdas (25 Feb 2015)

http://p2tk.dikdas.kemdikbud.go.id/…/Juknis_Kualifikasi_S1_…

Petunjuk Teknis STF Dikdas (25 Feb 2015)

http://p2tk.dikdas.kemdikbud.go.id/…/Juknis_STF_Dikdas__25_…

Petunjuk Teknis TP Pusat (25 FEBRUARI 2015)

http://p2tk.dikdas.kemdikbud.go.id/…/Juknis_TP_Pusat__25_FE…

Petunjuk Teknis TP Transfer (24 Feb 2015)

http://p2tk.dikdas.kemdikbud.go.id/…/Juknis_TP_Transfer__24…

Petunjuk Teknis Tunjangan Khusus Dikdas (25 Feb 2015)

http://p2tk.dikdas.kemdikbud.go.id/…/Juknis_Tunjangan_Khusu…

Jam Mengajar Terpangkas, Ini Solusinya agar Tetap Dapat TPG

JAKARTA – Sebanyak 104.308 guru kehilangan sebagian jam mengajar seiring penerapan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) menggantikan Kurikulum 2013 (K-13).

Dampaknya mereka bisa tidak mendapatkan tunjangan profesi guru (TPG). Sebab tidak mampu mengejar beban minimal mengajar 24 jam tatap muka per pekan.

Sebelum menjadi masalah yang meluas di kalangan guru, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) telah mengeluarkan langkah antisipasi.
Baca lebih lanjut

Penetapan NIP K2 Provinsi Jawa Timur

image001Regional 2 Surabaya : Selesai NIP 13.186 Orang

Proses NIP CPNS K2 hingga per tanggal 27 Pebruari 2015 di Kantor Regional II Surabaya adalah :

Formasi MenPANRB adalah 14.282 orang, yang diusulkan 13.969 orang.

Sementara yang sudah selesai di proses NIP CPNS K2 sebanyak 13.186 orang.
Baca lebih lanjut

Pensiunan Guru Bisa Ngajar Lagi dan Digaji Pemerintah

JAKARTA–Istilah honorer, pegawai tidak tetap (PTT), dan guru tidak tetap (GTT) tidak akan ada lagi bila Peraturan Pemerintah (PP) tentang Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) nantinya diterbitkan. Saat ini Rancangan PP PPPK masih dalam tahap harmonisasi di Kementerian Hukum dan HAM.

“Kita masih menunggu PP PPPK-nya turun. Kalau sudah turun, otomatis tidak ada lagi istilah honorer, PTT, GTT, dan sejenisnya. Yang ada hanyalah pegawai aparatur sipil negara (ASN) PPPK,” kata Kabid Perencanaan SDM Aparatur Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPAN-RB) Syamsul Rizal kepada JPNN, Kamis (19/2).
Baca lebih lanjut

Ternyata, 70 Persen Pelajar Sarapannya Asal-asalan

214222_587710_siswa_SD_dlmBOGOR – Gerakan wajib sarapan bagi para pelajar yang digaungkan pemerintah layak mendapat dukungan masyarakat luas.

Institut Pertanian Bogor (IPB) mengungkap, 70 persen siswa TK, SD dan SMP di Kota Bogor belum berperilaku sarapan sehat. Artinya, mayoritas pelajar masih mengonsumsi sarapan berkualitas rendah.

“Sementara berbagai kajian menunjukkan bahwa 17 persen bahkan hingga 59 persen remaja serta 31,2 persen orang dewasa di Indonesia tidak biasa sarapan,” papar Asisten II Setdakot Bogor Toto M Ulum, dalam rapat persiapan pekan sarapan nasional, di Balaikota Bogor kemarin.
Baca lebih lanjut

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 73 pengikut lainnya.

%d blogger menyukai ini: