Cek SKTP 2018

Terbitnya SKTP ( Surat Keputusan Tunjangan Profesi ) menjadi tolok ukur bahwa guru yang bersangkutan akan mendapatkan tunjangan profesi guru, sehingga penerbitan SKTP ini sangat dinantikan oleh setiap guru.

Untuk semester 2 2017/2018 Info GTK bisa diakses melalui SIM PKB masing masing PTK atau Info GTK  : dengan alamat      http://info.gtk.kemdikbud.go.id/       atau dibawah ini :

Dibawah Ini admin berikan tautan untuk mengecek SKTP 2018 :

http://223.27.144.195:20171/ (Link Baru)
http://223.27.144.195:8081/
http://223.27.144.195:8082/
http://223.27.144.195:8083/
http://223.27.144.195:8084/
http://223.27.144.195:8085/

klik di http://223.27.144.195:8081/

kemudian seperti biasa masukkan NUPTK/NIK ,TGL lahir dan Kode

Image result for cara cek SK TP 2018

 

 

Screenshot_20180316-111113

selamat mencoba !!!

Pak Jokowi, Masih Adakah Harapan untuk Honorer K2 Tua?

Pak Jokowi, Masih Adakah Harapan untuk Honorer K2 Tua? - JPNN.COM

jpnn.com – Para honorer K2 terus berupaya memperjuangkan nasib agar bisa diangkat menjadi CPNS. Sudah belasan hingga puluhan tahun menjadi tenaga honorer dengan bayaran sangat murah, sudah saatnya kini mereka berstatus pegawai negeri.

Mesya Mohamad, Jakarta

Masih adakah harapan honorer K2 menjadi CPNS? Pertanyaan ini terus menghantui pikiran honorer K2 tua. Mereka butuh kepastian. Maklum, seiring detak waktu yang terus berjalan, usia honorer K2 makin menua.

Istilah K2 tua muncul begitu ada UU Aparatur Sipil Negara (ASN). Undang -undang yang membuat honorer K2 “dibelah” dua. Satunya honorer K2 muda, usia di bawah 35 tahun. Satunya lagi di atas usia 35 tahun alias K2 tua.

Di mana-mana, usia 35 fahun ke atas menunjukkan kalau SDMnya sudah memiliki segudang pengalaman. Ibarat kata hampir khatam. Bisa juga diumpakan kelapa yang mulai tua, santannya makin banyak.

Baca lebih lanjut

PDIP: Masa Negara tak Bisa Selesaikan Masalah Honorer K2?

PDIP: Masa Negara tak Bisa Selesaikan Masalah Honorer K2? - JPNN.COM

JAKARTA – Anggota Komisi II DPR Komarudin Watubun Tanawani Mora menyesalkan adanya anggapan pengangkatan Honorer Katagori II (K2) membebani keuangan negara.

Dia menegaskan, tidak boleh ada anggapan seperti itu, karena sudah menjadi tugas negara untuk mengurusi rakyatnya. “Kata-kata begitu tidak boleh digunakan membangun rakyat,” kata Komarudin.

Legislator senior PDI Perjuangan itu mengingatkan negara tidak boleh bicara untung rugi terhadap warganya.

Menurut dia, jika perusahaan wajar bicara untung rugi. Tapi, kalau negara sama sekali tidak boleh bicara untung rugi soal rakyat.

Baca lebih lanjut

Pengamat: Apa Benar Honorer K2 Lama Mengabdi?

Pengamat: Apa Benar Honorer K2 Lama Mengabdi? - JPNN.COM

JAKARTA – Pengamat Pendidikan Indra Charismiadji meragukan masa pengabdian honorer K2 (kategori dua) yang mengaku belasan hingga puluhan tahun. Alasannya validasi data belum dilakukan pemerintah dengan teliti sehingga bisa saja tersisip honorer K2 bodong.

“Saya kok ragu. Betul tidak mereka sudah lama mengabdi? Apa betul jasa-jasa honorer K2 bagi bangsa ini kelihatan. Prestasi itu kan tidak bisa ditutupi,” ujar Indra kepada JPNN, Kamis (26/7).

Baca lebih lanjut

Banyak Honorer K2 Tak Layak Jadi PNS

Banyak Honorer K2 Tak Layak Jadi PNS - JPNN.COM

JAKARTA – Pengamat Pendidikan Indra Charismiadji mendukung langkah pemerintah untuk memberlakukan tes kepada honorer K2 (kategori dua), termasuk guru, yang ingin menjadi PNS.

Demikian juga tes P3K (pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja) bagi honorer yang tidak memenuhi persyaratan CPNS.

“Saya setuju dengan solusi pemerintah. Kalau dilihat kepentingan bangsa, memang harusnya orang-orang pilihan yang diserahkan tanggung jawab menjadi pendidik generasi penerus bangsa,” kata Indra kepada JPNN, Kamis (26/7).

Baca lebih lanjut

Ingat Ya, Masalah Honorer K2 itu Warisan Zaman SBY

Ingat Ya, Masalah Honorer K2 itu Warisan Zaman SBY - JPNN.COM

JAKARTA – Anggota Komisi II DPR Komarudin Watubun mengatakan persoalan Honorer Kategori (K2) merupakan masalah yang diwariskan dari rezim sebelumnya.

Menurutnya, persoalan ini tidak selesai selama 10 tahun di zaman Presiden RI Keenam Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), dan kini diwariskan kepada pemerintahan Joko Widodo (Jokowi).

“Mudah-mudahan zaman Jokowi bisa diselesaikan. Jangan diwariskan lagi,” kata Komarudin, Rabu (25/7).

Dia mengatakan pada masa itu Honorer K2 itu menumpuk. Sebab, ujar dia, pada masa itu Honorer K2 diangkat sesukanya saja.

Baca lebih lanjut

Seluruh Sekolah Wajib Pakai Kurikulum 2013

Seluruh Sekolah Wajib Pakai Kurikulum 2013 - JPNN.COM

Direktur Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah (Dirjen Dikdasmen) Kemendikbud Hamid Muhammad mengungkapkan, tahun ini semua sekolah harus menggunakan Kurikulum 2013 tanpa kecuali. Saat ini terdapat sekitar 78 ribu sekolah yang memasuki tahap akhir implementasi Kurikulum 2013.

“Tahun ini adalah tahun terakhir pelatihan dan pendampingan Kurikulum 2013. Mulai tahun ajaran baru, semua sekolah harus menggunakan Kurikulum 2013 tanpa kecuali,” ujar Dirjen Hamid di Jakarta, Sabtu (30/6).

Pendampingan sekolah penerima bantuan akan dilaksanakan pada Agustus sampai Desember 2018. Tujuannya adalah untuk memerkuat pemahaman mengenai Kurikulum 2013 berikut perubahannya di lapangan.

Baca lebih lanjut

85 Ribu Sekolah jadi Rujukan Program Pendidikan Karakter

85 Ribu Sekolah jadi Rujukan Program Pendidikan Karakter - JPNN.COM

JAKARTA – Hingga akhir Juli 2018, sebanyak 85 ribu sekolah telah mengimplementasikan program penguatan pendidikan karakter (PPK) menjadi rujukan dan percontohan.

“Praktik baik PPK ini diharapkan menjadi inspirasi dan pedoman praktis bagi kepala sekolah di seluruh Indonesia,” kata Staf Ahli Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Bidang Pembangunan Karakter, Arie Budhiman, Rabu (25/7).

Arie menyebutkan jumlah tersebut akan ditingkatkan seiring dengan pendampingan kepada sekolah-sekolah.

Termasuk juga bimbingan teknis dan pelatihan yang saat ini sedang digelar Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan, Kemendikbud.

Akhir 2018, pemerintah menargetkan akan ada 128.342 sekolah yang menerapkan PPK dan 216.995 pada akhir 2019.

Baca lebih lanjut

%d blogger menyukai ini: